Entri Populer

Kamis, 10 Maret 2011

SKETSA WAJAH HATI



 Kali ini, aku didera oleh malam bertabur bintang. Mereka merayu sambil berkata “ wajahmu “ menyentakku dalam sebuah pertentangan. Menjurus dalam sebuah pengabdian yang tulus.
Lalu, riuh angin menyapaku lagi “ wajahmu “. Aku tersadar, teringat perkataannya.
Lalu, apakah sekarang aku didunianya, yang harus mengikuti segala bisik rayunya.
Tak mungkin ini bisa terjadi, jika aku tak bersalah dan melupakannya.
Kuserahkan ini, hanya untuk yang membisikku pagi ini.
Malaikat-malaikat idolaku. Selalu setia temaniku tidurku. Membawa ketenangan mengarungi lautan.

Teater AiR Jambi, 2 April 2010 

Ulasan Esai: "MEDITASI RINDU" MICKY HIDAYAT

Ulasan Esai: "MEDITASI RINDU" MICKY HIDAYAT: "BEBERAPA bulan lalu saya mendapatkan paket buku antologi puisi dari Banjarmasin. Buku itu berjudul ”Meditasi Rindu” karya penyair Micky Hida..."

Sabtu, 26 Februari 2011

SYAHADAT

Setiap kata yang terlahir
Setiap makna yang hadir
membuatku tersihir 

asyhaduanlaa ilaahaillallah

Teater Air, Jambi 2010

Jumat, 25 Februari 2011

PERJALANAN MALAM

Malam ini. Aku masih berpetualang menembus batas waktu, menunggu fajar tiba. Lalu, sayup-sayup terdengar, orang – orang memukul kentongan, menandakan sesuatu. Namun, jangkrik dan kodokpun tetap acuh dengan kegiatan masing-masing : jangkrik bernyanyi lagu jangkrik, kodok berdendang suara kodok. Namun, ada satu yang menarik perhatianku: tikus-tikus menjalankan aksinya sembunyi-sembunyi ditengah gencarnya kondisi.
Tak peduli, kapur barus atau perangkap tikus. Tikus hanya memikirkan perutnya sendiri.
Tak peduli, makanan majikan dicuri
Jika suatu saat nanti, ku bisa bahasa tikus. Akan kumaki dan kunasehati sampai tikus diam tak berdaya, sampai makanan dirumah, tak dicuri, sampai seekor tikus mampus.

Teater AiR Jambi, April 2010