Malam ini. Aku masih berpetualang menembus batas waktu, menunggu fajar tiba. Lalu, sayup-sayup terdengar, orang – orang memukul kentongan, menandakan sesuatu. Namun, jangkrik dan kodokpun tetap acuh dengan kegiatan masing-masing : jangkrik bernyanyi lagu jangkrik, kodok berdendang suara kodok. Namun, ada satu yang menarik perhatianku: tikus-tikus menjalankan aksinya sembunyi-sembunyi ditengah gencarnya kondisi.
Tak peduli, kapur barus atau perangkap tikus. Tikus hanya memikirkan perutnya sendiri.
Tak peduli, makanan majikan dicuri
Jika suatu saat nanti, ku bisa bahasa tikus. Akan kumaki dan kunasehati sampai tikus diam tak berdaya, sampai makanan dirumah, tak dicuri, sampai seekor tikus mampus.
Teater AiR Jambi, April 2010